Beradab Sebelum Berilmu

Salah satu Ustad Al-Anwar berjabat tangan dengan Bapak Bupati Pacitan, H.Indartato

semakin seringnya kekerasan pada guru atau petugas di sekolah, salah satunya disebabkan oleh semakin sadarnya anak akan berbagai “hak-hak individunya”. Munculnya kesadaran akan hak mulai marak sejak akhir tahun 1990an ini, salah satunya disulut oleh kemajuan teknologi yang membuat informasi gampang diakses anak.

—-

Hal ini ditambah dengan berubahnya paradigma didikan orang tua, yang terpengaruh berbagai macam informasi yang diterima. Salah satu contoh, orang tua berpikir anak itu tidak boleh dipukul, tidak boleh dikerasin. Kalau dipukul, anak bakal trauma. Jadi, sekarang orang tua jadi terlalu protektif.

—-

Alhasil, guru saat ini ‘cenderung khawatir’ untuk bertindak tegas pada murid. “Semua guru ketakutan karena takut dituntut balik.”

—-

“Kelihatannya membawa kemajuan hidup, hakikatnya membuat kerusakan dunia,” demikian kalimat setelah judul “Jalan Kematian Sebuah Peradaban” dalam buku karya Adian Husaini yang berjudul Wajah Peradaban Barat.

—-

Demikianlah hakikat peradaban Barat. Memang benar Barat mendatangkan teknologi dan memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan, tetapi pada saat yang sama, penyakit, problem kehidupan juga semakin rumit seiring dengan kecanggihan yang tercipta.

—-

Beradab sebelum berilmu, Pendidikan adab akan menjadikan anak tumbuh dewasa dengan kepribadian cerdas penuh akhlak. Mereka tidak akan berpikir rancu apalagi menimbulkan masalah dan kericuhan di tengah masyarakat. Hal ini karena pendidikan adab menjadikan anak anak kita mengenal bagaimana beradab (bersopansantun) terhadap Allah, Rasulullah, orang tua, guru, ilmu, teman, alam bahkan dirinya sendiri selama 24 jam dalam segenap aktivitas hidup sepanjang hayat.

—-

Para ulama sudah mengingatkan untuk tidak meninggalkan mempelajari masalah adab dan akhlak. Namun barangkali kita lupa? Barangkali kita terlalu ingin cepat-cepat bisa kuasai ilmu yang lebih tinggi? Atau niatan dalam belajar yang sudah berbeda, hanya untuk mendebat orang lain?

—-

Ketahuilah bahwa ulama salaf sangat perhatian sekali pada masalah adab dan akhlak. Mereka pun mengarahkan murid-muridnya mempelajari adab sebelum menggeluti suatu bidang ilmu dan menemukan berbagai macam khilaf ulama. Pernah kita mendengar kata-kata, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

—-

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana nasihat guru ngaji kita di mushola berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu, Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu.”