Kuliah Umum ala Pesantren

Kuliah umum adalah istilah umum dalam dunia pendidikan, utamanya perguruan tinggi, yang merujuk kepada penyampaian suatu materi yang dapat dihadiri oleh mahasiswa berbagai jurusan dan program studi. Orang-orang yang menyampaikan kuliah umum antara lain pesohor, pengusaha, ahli, ilmuwan,guru besar, penemu, pejabat pemerintah, pejabat negara, presiden, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Berbeda dengan pengertian kuliah secara umum, kuliah umum di Pondok Pesantren Modern Al Anwar dilaksanakan setiap pagi, pukul 07.00 s.d 09.00. Rencana kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari Minggu, Senin, dan Selasa dengan waktu yang sama ditiap harinya. Kegiatan tersebut masih dalam rangkaian kegiatan Khutbatul Arsy

Acara ini berlangsung mulai 20-22 juli 2019 bertempat masjid al anwar yang di sulap bak Auditorium pesantren. Mengingat begitu pentingnya pengenalan dan pemahaman nilai-nilai kepesantrenan, maka seluruh elemen pesantren turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00-09.00 WIB ini.

Peserta Kuliah Umum meliputi seluruh santri baik putra dan putri dengan dibatasi hijab, seluruh dewan guru, jajaran pimpinan, keluarga besar pesantren dan staf administrasi.

Narasumber hari pertama diisi oleh pimpinan sekaligus pengasuh pesantren Ustad Abdul Manan Anwar, BA. Beliau menjelaskan dengan rinci profil dan sejarah berdirinya pondok pesantren modern al anwar  hingga bisa seperti sekarang.

Di hari kedua, Direktur KMI Pondok Pesantren Modern Al Anwar Ust. H. Syarif Husen, S.Pd.Imembawakan materi tentang strategi pengajaran di pondok pesantren, macam-macam generasi, Panca Jiwa, Panca Jangka dan Pilar-pilar Perjuangan.

Untuk menguji sejauh mana daya simak peserta kuliah, sesekali dilemparlah beberapa pertanyaan dari materi yang telah disampaikan kepada beberapa guru dan santri. Suasana kuliah pun menjadi ramai bak acara kuis.

Di hari ketiga, ustad Igbal Ghozali, S.Pd., kepala Wakil Direktur KMI Pondok Pesantren Modern Al Anwar menjelaskan tentang bagaimana generasi perintis berjuang di era keterpaduan. sampai pada peran pesantren di era milineal.

Beliau menekankan betapa banyak sekali hikmah dan falsafah hidup yang pondok dapat selama ini. Oleh karenanya, beliau ingin seluruh santri dan guru memahami semua itu agar pondok bisa semakin maju. Selalu bisa mengikuti perkembangan jaman yang serba global.

Itu pula yang menjadi sebab mengapa acara Kuliah Umum menjadi begitu penting dan sakral hingga dihadiri seluruh elemen pesantren.