Sholat Hari Raya Idul Adha di Al Anwar

Minggu 11 Agustus 2019, Para warga Pondok Pesantren Modern Al Anwar dan warga sekitar setelah melakukan sholat subuh berjamaah, Segera menyiapkan diri untuk melaksanakan sholat Idul Adha yang di adakan di Halaman Pondok Pesantren Modern Al Anwar.

Pelaksanaan Shoalt Idul Adha tahun ini merupakan pelaksanaan yang pertama kalinya diadakan di Halaman Pesantren. Tahun tahun sebelumnya pelaksanaan dilaksanakan bersama warga di Masjid lingkungan yang jaraknya sekitar 1 KM dari Pesantren.

Mengingat jumlah santri yang semakin banyak dan kemungkinan besar taidak tertampung di Masjid lingkungan maka lembaga mengambil keputusan untuk melaksanakan kegiatan sholat idul adha di halaman pesantren.

Bertindak sebagai imam adalah Ust. H. Sarip Husen, S.Pd.I, Direktur KMI Pondok Pesantren Modern Al-Anwar. Tepat Pukul 06.30 kegiatan sholat Idul Adha dimulai. Tampak ratusan santri putra dan putri memadati Halaman Pesantren. Masyarakat sekitar juga berduyun – duyun mengikuti kegitan tersebut.

Bertindak sebagai Bilal adalah Ustad Yudi, ustad muda asli kecamatan Bandar Pacitan.

Setelah Melaksanakan sholat Idul adha dilanjutkan Khotbah yang dilakukan oleh Ustad Ali Musthofa, S.Pd.I. Khotib menyampaikan tentang cobaan bertubu-tubi yang dialami oleh nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim AS pertama diuji dengan dirinya ingin dibakar oleh Raja Namrud tetapi alhamdulillah allah masiih melindungi Nabi Ibrahim sehingga api tidak bisa untuk membakar tubuh beliau.

Cobaan Nabi Ibrahim yang kedua yaitu tidak pula diberi momongan atau anak oleh Allah SWT, Tetapi setelah kesabaran yang berkepanjangan akhirnya doa nabi Ibrahimpun dikabulkan oleh Allah SWT sehingga lahirlah Ismail AS.

Namun setelah anak yang dinanti-nantikannya lahir. Datang lagi ujian yang menghampiri yaitu Nabi Ibrahim bermimpi bahwa anaknya harus di qurbankan. Lantas mimpi itupun disampaikan ke anaknya yaitu Ismail AS dan Nabi Ismailpun menyanggupinya karena itu perintah dari allah SWT.

Ketika ingin menyembelih nabi Ismail AS Akhirnya, Allah mengganti dengan domba yang besar sebagai tebusan. Ibrahimpun akhirnya bukan menyembelih Ismail, namun menyembelih seekor domba.

Tampak para jamaah dengan khusuk mengikuti semua rangkaian kegiatan sholat idul Adha.