Kaderisasi, Generasi dan Regenerasi.

Generasi

Pembentukan sebuah generasi dan regenerasi merupakan sebuah masalah yang muncul secara periodik dan merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui sebuah proses regenerasi atau pembentukan generasi baru akan terlihat seperti apa penerus sebuah komunitas organisasi di masa depan.

Pada generasi baru lah beban kehidupan masa depan diletakkan. Proses pembentukan generasi baru ini diharapkan akan menghasilkan generasi yang ideal, yaitu generasi yang sesuai dengan yang dicita-citakan atau dikehendaki para pendahulunya.

Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, menyusun dan melaksanakan program sesuai dengan sumber daya yang ada, serta menjaga kelangsungan dan kelanjutan program tersebut.

Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme organisasi dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur (induk yang menaungi organisasi), peraturan(AD ART), pengawas, maupun rakyatnya(Seluruh anggota organisasi).

Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian permasalahan dalam segala bidang yang ada untuk melatih menangani permasalahan yang berbasis kajian sehingga akan lebih tepat sasaran.

Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas, tergantung faktor SDM dan kondisi yang ada pada masanya. Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.

Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tentang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi.

Regenerasi

Regenerasi berasal dari dua kata yaitu RE yang artinya kembali dan GENERASI adalah angkatan. Jadi secara harfiah Regenerasi adalah angkatan kembali, REGENERATION dalam bahasa inggris yang artinya Kelahiran kembali , pembaharuan jiwa.

Regenerasi menjadi suatu kewajiban organisasi. Organisasi hidup karena kepedulian mereka terhadap regenerasi. Pentingnya regenerasi dalam suatu organisasi ini yaitu sebagai sarana pengkaderan anggota agar berkualitas.

Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya regenerasi tetapi seperti apakah generasi tersebut berjalan. Generasi penerus organisasi sangat di pengarui oleh kualitas generasi tersebut.

Sebagai generasi muda, harapan semua pihak akan bagus dan berkualitas. Selalu berpikiran positif, sikap yang optimis, percaya diri, merupakan beberapa faktor kepribadian yang mendukung terhadap sikap generasi dalam Berorganisasi.

kesadaran dan tingkat partisipasi dalam Berorganisasi harus ditanamkan sejak dini. Sebagai generasi muda Indonesia yang akan meneruskan cita-cita sebuah bangsa, meskipun tidak dalan rangka memimpin dan mengatur sebuah Negara tetapi haruslah memiliki kesadaraan, kepribadian yang baik, kecerdasan yang dilandasi dengan ilmu dan wawasan yang luas, memiliki jiwa yang semangat, pikiran terbuka dan tujuan yang baik, berbobot dan bermanfaat untuk sebuah perjuangan “Siap Memimpin dan Siap Dipimpin”

Jadilah generasi muda Indonesia yang tidak tidak melupakan adat ketimuran yang kita miliki yang dikenal oleh Negara lain sebagai Negara yang menjunjung tinggi moral dan adat kesopanan.