Syeh Panjalu dan Situ Lengkong

Rabu, 15 januari 2020 sekitar pukul 17.00 rombongan Keluarga Besar Pondok Pesantren Al Anwar Sampai di area pemakaman Syeh Panjalu Ciamis Jawa Barat.

Makam Panjalu terletak di desa Panjalu, kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Area makam Prabu Hariang Kencana atau Borosngora atau Sayid Ali Bin Muhammad bin Umar, seorang ulama penyebar agama Islam bersemayam, berada di kawasan hutan lebat seluas kurang lebih 57 hektare.

Area makamnya dikelilingi danau dengan sebutan Situ Lengkong Panjalu, tidak terlepas dari sejarah Kerajaan Panjalu.

Menurut penuturan warga sekitar mengatakan bahwa sebelum makam Syekh Panjalu ini banyak dikenal dan diziarahi banyak orang, konon Gus Dur lah yang ‘menemukan’ makam Syekh Panjalu ini sehingga akhirnya menjadi ramai menjadi tujuan ziarah.

Menurut ceritanya, pada sekitar awal tahun 90 an, Gus Dur pernah bermimpi agar ia menziarahi sebuah makam yang berada ditengah nusa atau semacam pulau dan ia diminta untuk datang pada tengah malam dan membaca istighfar sebanyak seribu kali.

Setelah berkali-kali mencari berdasar petunjuk dalam mimpi itu, akhirnya didapatilah informasi mengenai lokasi keberadaan makam beserta tokoh yang dimakamkan disana. Ternyata makam yang dimaksud adalah makam Syekh Panjalu yang lokasinya berada di pulau Nusa Gede, di tengah Situ Lengkong ini.

Saat itu, keberadaan makam ini hanya dikenal di lingkungan sekitar saja. Setelah Gus Dur memperkenalkan kepada masyarakat bahwa yang dimakamkan di sana adalah seorang Wali, tempat ini pun akhirnya menjadi ramai dikunjungi oleh para peziarah.

Bahkan ketika Gus Dur menjadi presiden, ia juga turut membantu memperbaiki sarana dan prasarana di Panjalu sehingga semakin nyaman dikunjungi oleh para peziarah.

Untuk sampai ke makam putera dari Prabu Sanghyang Cakradewa (Raja Panjalu pertama beragama Islam), wisatawan dan peziarah harus menyeberang dari daratan Panjalu Ciamis. Menggunakan perahu kayuh atau bermotor.

Nusa Gede berada tepat di tengah Situ Lengkong. Jadi perahu akan mengantar pengunjung dengan memutari pulau itu searah jarum jam. Dengan kata lain jalur pergi dan pulang  tidak sama.