Pameran perdagangan Expo  2020  Dubai  di  Uni  Emirat  Arab  secara  resmi  dibuka  secara spektakuler. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi optimistis paviliun Indonesia pada Expo 2020  Dubai  akan  membuat  pengunjung  dari  berbagai  negara  di  dunia  terkesima  dan  mengakui potensi sangat besar Indonesia.

Dengan mengangkat tema “Creating the Future, From Indonesia to the World” Paviliun Indonesia siap menyambut para buyers dan investor dari seluruh dunia.

Hal itu disampaikan Mendag Lutfi saat membuka Paviliun Indonesia secara resmi bersama Minister of State for Foreign Trade Uni Arab Emirates (UAE) Thani bin Ahmed Al Zeyoudidi Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), hari Jumat (1/10). Turut mendampingi Duta Besar untuk Uni Emirat Arab (UEA) Husin Bagis.

“Izinkan  kami  menyambut  semua  orang  dari  berbagai  penjuru  dunia  di Paviliun Indonesia. Kami berharap, dunia akan menyaksikan dan mengakui kepulauan kita sebagai peluang untuk berdagang, berinvestasi, dan berkunjung,” kata Lutfi dalam keterangan tertulis.

Lutfi mengatakan, Paviliun Indonesia dibangun atas dasar konsep “Unity in Diversity”. Paviliun  Indonesia  dibungkus  dengan  tambal  sulam  berbagai  kerajinan  tekstil  tradisional  batik Indonesia.  Di  dalamnya,  Paviliun  Indonesia  memberikan  pengalaman  perjalanan  interaktif  masa lalu, sekarang, dan masa depan. Lebih dari 300 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan ditampilkan sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah kepada 64 juta UMKM Indonesia untuk go global.

Alkhamdulilah pada kesempatan kali ini Al Anwar melalui lini unit usahanya yang di bawah binaan kemnaker BLKK dan di support oleh Dr. Nora Kartika Setyaningrum, S.E., M.Si. Direktur Bina Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, bisa ikut berpartisipasi dengan memamerkan prodak unggulan daerah, yaitu jahe wangi, beras kencur, kunir asem dan kopi santri. Prodak prodak tersebut merupakan prodak lokal daerah Pacitan yang di hasilkan dari petani rempah rempah yang belum terkontaminasi oleh pupuk kimia.

Semoga kegiatan ini bisa memberikan dampak positif untuk daerah dan pelaku usaha yang ada di daerah Pacitan.

Share.
Exit mobile version