Pesantren, Pemuda dan Sumpah Pemuda,

Sejak tahun, 1959 tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda. Hari tersebut ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui keputusan Presiden nomor 316 tahun 1959 tanggal 16 desember tahun 1959.

Peristiwa sumpah pemuda bermula dari kongres para pemuda Indonesia yang memiliki cita-cita akan adanya ‘tanah air Indonesia” “bangsa Indonesia” dan “bahasa Indonesia”.

Cita-cita tersebut merupakan kristalisasi semangat para pemuda Indonesia untuk memiliki sebuah negara kesatuan yaitu Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu pada tanggal 28 Oktober 1928 yang bertempat di Batavia.

Sugondo, Muhammad Yamin dan dan Mr. Sunaryo merupakan tokoh-tokoh pemuda ketika itu, yang banyak terlibat dalam munculnya peristiwa sumpah pemuda.

Sembilan puluh dua tahun sudah peristiwa sumpah pemuda itu berlalu, sebagai generasi muda kita sudah selayaknya untuk tetap memegang teguh semangat persatuan dan kesatuan untuk menjaga negara kesatuan Republik Indonesia.

Banyak peran yang bisa kita berikan kepada negara demi terciptanya persatuan dan kesatuan yang ada di negara Republik Indonesia.

Pesantren, merupakan salah satu lembaga yang dalam prakteknya terus melibatkan pemuda dalam seluruh kegiatannya.

Pondok Pesantren Modern Al Anwar Ploso Pacitan yang merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Pacitan dan dalam berbagai bentuk kegiatannya tidak lepas dari peran pemuda.

Kegiatan-kegiatan di pesantren yang terstruktur terorganisir merupakan suatu wadah dan sarana untuk belajar bagi para pemuda Indonesia.

“Siap Memimpin dan Siap Dipimpin” merupakan salah satu semboyan yang terus digelorakan untuk kaderisasi para pemuda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di pesantren.

Dengan penggemblengan di pesantren diharapkan para santri yang telah selesai menimba ilmu di pesantren mampu memanfaatkan kemampuannya untuk kemaslahatan dan kemanfaatan masyarakat.