SURABAYA, 28 Oktober 2026 — Sebanyak 15 santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Al-Anwar Ploso Pacitan mengikuti kegiatan Konsolidasi Akbar Mahasiswa, Pemuda, Santri Jawa Timur dalam rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) di Surabaya, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, rombongan santri PPM Al-Anwar Ploso Pacitan didampingi oleh tiga orang ustadz, yakni Ustadz Muhammad Ruhan Sanusi, Ustadz Trio Lukman Hakim, dan Ustadz Muhammad Faris Abqori Yusuf.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, pemuda, dan santri dari berbagai kota di Jawa Timur. Konsolidasi akbar tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun sinergi antara kalangan mahasiswa, pemuda, dan santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Keikutsertaan 15 santri PPM Al-Anwar Ploso Pacitan merupakan bentuk partisipasi aktif generasi muda pesantren dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat memperluas wawasan kebangsaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat persatuan dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa perbedaan latar belakang, daerah, dan lingkungan pendidikan bukanlah penghalang untuk bersatu demi Indonesia. Mahasiswa, pemuda, dan santri memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan, memperkuat nilai kebangsaan, serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polda Jawa Timur ini sejalan dengan semangat pengabdian kepolisian kepada masyarakat, sebagaimana tercermin dalam slogan “Polisi Bersama Masyarakat Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.” Semangat tersebut juga selaras dengan slogan “Jogo Omah Merakyat, Bersahabat, Bermanfaat,” yang mengandung pesan tentang pentingnya kedekatan dengan masyarakat, persahabatan, serta kebermanfaatan dalam kehidupan bersama.
Dengan mengikuti kegiatan ini, PPM Al-Anwar Ploso Pacitan berharap para santri semakin memiliki semangat nasionalisme, jiwa kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Para santri diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, menjunjung tinggi persatuan, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Santri menguatkan negeri, bersatu dalam keberagaman, menuju Indonesia Emas.
kontributor Ruhan Sanusi

