Puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbit terbenamnya matahari. Adapun puasa Ramadan adalah puasa yang dilakukan sebulan penuh di bulan Ramadlan. Hukumnya wajib bagi segenap muslim dan inilah rukun Islam yang ketiga. Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” Rukun puasa ada dua yaitu niat dan menahan diri dari segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Dalam konteks puasa Ramadan, Niat…
Penulis: PPM Al-Anwar
Bagi kita yang melaksanakan puasa di bulan Ramadan ini tentu lebih menjaga benda-benda luar agar tidak masuk ke dalam mulut. Jika waktu Subuh tiba dan masih ada sisa makanan di mulut, kita harus mengeluarkannya. Mungkin ada juga yang belum sempat membersihkan mulut dengan berkumur atau sikat gigi. Dari berbagai sumber yang didapat, berkumur pada waktu puasa, baik dalam rangka berwudlu maupun untuk menghilangkan rasa pahit pada mulut, hukumnya boleh (mubah), apabila cara berkumur tersebut dalam batas kewajaran (tidak berlebihan dan tidak terlalu sering). Akan tetapi, jika berkumur dilakukan secara berlebihan, sehingga dikhawatirkan masuk ke dalam kerongkongan, baik secara tidak sengaja…
Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari pernah menulis kitab at-Tibyan Fin Nahyi an-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan. Kitab ini merupakan kumpulan beberapa poin yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturahmi dengan sesama serta bahayanya memutus tali silaturahmi. Di dalam kitab ini pula, termuat Qunun Asasi atau undang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU) serta 40 hadis nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Pada kali ini kami tidak akan membahas secara utuh terkait kitab di atas. Akan tetapi, hanya menampilkan 40 hadis nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Hadis-hadis ini telah diterjemah oleh Kiai Bisri. Ada penelitian…
Para santri harap hati-hati, mudik tahun ini difokuskan melalui Pantai Selatan Jawa (Pansela), yang tentu saja akan melintasi jalur jalan utama di Pacitan. Jalanan akan padat dengan arus kendaraan dari Jakarta lewat Jogja, Wonosari, Pacimantoro, Pacitan, dst. Ini artinya tingkat risiko kecelakaan akan semakin meningkat. Jika tidak ada keperluan penting yang mendesak, lebih baik menghindari jalan raya. Mendekati masa-masa mudik Lebaran 2018, pemerintah menyiapkan strategi baru untuk memperlancar lalu lintas. Salah satu strategi tersebut adalah dengan memfokuskan jalur Pansela yang selama ini relatif jarang dilintasi. “Kami akan coba maksimalkan agar pemudik bisa menikmati keindahan jalan tersebut, karena sepanjang jalan banyak…
Mauidhoh Khasanah oleh KH Zaenal Arifin, M.Ag. dari kota Malang dalam rangka wisuda santri kelas akhir KMI Pondok Pesantren Modern AL-Anwar.
Di antara perintah Allâh Azza wa Jalla kepada kita adalah agar kita mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Allâh Azza wa Jalla berfirman : لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasûlullâh itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allâh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allâh,” (QS. Al-Ahzâb : 21) Pribadi Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pribadi yang sangat agung, yang menjunjung tinggi akhlak mulia. Akhlak beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memadukan antara pemenuhan…